Kenali Dirimu Maka Akan Mengenal Tuhanmu
AssalamuAlaikum wr.wb.
Kembali lagi dengan saya islahul khair.pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang."kenali dirimu maka akan mengenal tuhanmu".
Banyak orang yang hidup di dunia ini tanpa adanya kesadaran akan pentingnya mengenal diri. Meskipun ada pengenalan terhadap dirinya belum mencapai tahap yang betul – betul signifikan. Mereka hanya sekedar hidup saja tanpa ada arah dan tujuan yang jelas kemana hendak melangkah dalam hidup ini. Mereka tak ubahnya seperti hewan dan binatang yang hanya sekedar hidup; makan, minum, tidur, memenuhi hawa nafsu dan hanya memikirkan bagaimana untuk bisa tetap bertahan hidup. Bahkan mungkin lebih buruk lagi
Kalimat yang sederhana ini, "kenali dirimu, maka akan mengenal Tuhanmu" merupakan sebuah sabda dari Rasulullah Muhammad saw. " Man arofa nafsahu faarofa robbahu ".
Di dalam beragama dan berkeyakinan, banyak manusia yang "terkurung" dalam fenomena "katanya" atau dalam bahasa agama kita sering , medengarnya dengan istilah "taklid."
Setiap manusia yang beragama atau manusia yang memilih untuk tidak beragama, kesemua memiliki "alasan". Terutama bagi individu yang beragama harus memiliki dasar yang "kuat", sehingga keberagamaanya bukanlah "hasil" dari atau diperoleh karena "warisan" atau bahkan "katanya".
Setiap manusia haruslah mendasari keimanannya dengan ilmu atau dalam bahasa agama sering kita sebut "Ilmul Yaqqin" yakni keyakinan yang didasarkan oleh ilmu. Sumber ilmu disini adalah Kitab Suci dan Sunnah Nabi. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Muhammad saw. yakni : "kutinggalkan dua hal bagimu, apabila kalian berpegang teguh pada keduanya maka kalian tidak akan sesat, yakni Kitab Allah (Alquran) dan Sunnah Rasulu-Nya (Muhammad saw)."
Sumber keimanan kedua yang harus dimiliki dan menjadi dasar bagi orang yang beragama adalah "Ainul Yaqqin" yakni keimanan atau sumber keimanan yang berasal dari "mata" atau pengalaman secara pribadi seorang yang beragama akan kebenaran atau keberadaan Tuhannya.
Ini merupakan sumber keimanan yang harus dimiliki oleh orang beragama, karena keimanan dalam taraf ini merupakan tingkatan berikutnya dari keimanan yang hanya baru dalam taraf "teori" atau "ilmul yaqqin".
Sumber keimanan yang ketiga, yang harus dimiliki oleh orang yang beragama adalah 'haqqul yaqqin". Sumber keimanan ini merupakan taraf tertinggi dalam keimanan dimana seorang yang beragama telah membuktikan keberadaan Tuhannya melalui hubungan pribadi antara dirinya dengan Tuhan.
Bukti keimanan dalam taraf ini adalah seorang hamba dapat ber"mukallam mukhotobah" atau bercakap dengan Tuhannya. Mereka yang telah berada dalam taraf keimanan ini, benar-benar telah membuktikan bahwa tuhan itu benar-benar ada.
Inilah beberapa sumber keimanan yang harus dimilki oleh orang yang beragama.
Kenalilah dirimu, "apakah saat ini kita baru berada dalam taraf "teori" atau 'ainul yaqqin' atau bahkan "haqqul yaqqin"...? dengan demikian kita akan benar-benar mengenal tuhan kita.
Demikian sebuah ungkapan sufistik yang sangat sarat makna. Yah benar sekali. Dengan mengenali diri — mengenali segenap bakat, minat, kemampuan, potensi, kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri — niscaya dapat menghantarkan kita untuk lebih mengenali Tuhan. Namun hal ini tidaklah mudah. Dan bahkan terkadang menjadi sebuah perjalanan yang amat sulit. Maka tak heran bila ada sebuah ungkapan bijak yang mengatakan bahwa Perjalanan hidup kita sejatinya adalah perjalanan mengenal diri dan Tuhan.
Teman temanku sekalian janganlah pernah patah semanagat dalam mengenal dirimu.
Kembali lagi dengan saya islahul khair.pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang."kenali dirimu maka akan mengenal tuhanmu".
Banyak orang yang hidup di dunia ini tanpa adanya kesadaran akan pentingnya mengenal diri. Meskipun ada pengenalan terhadap dirinya belum mencapai tahap yang betul – betul signifikan. Mereka hanya sekedar hidup saja tanpa ada arah dan tujuan yang jelas kemana hendak melangkah dalam hidup ini. Mereka tak ubahnya seperti hewan dan binatang yang hanya sekedar hidup; makan, minum, tidur, memenuhi hawa nafsu dan hanya memikirkan bagaimana untuk bisa tetap bertahan hidup. Bahkan mungkin lebih buruk lagi
Kalimat yang sederhana ini, "kenali dirimu, maka akan mengenal Tuhanmu" merupakan sebuah sabda dari Rasulullah Muhammad saw. " Man arofa nafsahu faarofa robbahu ".
Di dalam beragama dan berkeyakinan, banyak manusia yang "terkurung" dalam fenomena "katanya" atau dalam bahasa agama kita sering , medengarnya dengan istilah "taklid."
Setiap manusia yang beragama atau manusia yang memilih untuk tidak beragama, kesemua memiliki "alasan". Terutama bagi individu yang beragama harus memiliki dasar yang "kuat", sehingga keberagamaanya bukanlah "hasil" dari atau diperoleh karena "warisan" atau bahkan "katanya".
Setiap manusia haruslah mendasari keimanannya dengan ilmu atau dalam bahasa agama sering kita sebut "Ilmul Yaqqin" yakni keyakinan yang didasarkan oleh ilmu. Sumber ilmu disini adalah Kitab Suci dan Sunnah Nabi. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Muhammad saw. yakni : "kutinggalkan dua hal bagimu, apabila kalian berpegang teguh pada keduanya maka kalian tidak akan sesat, yakni Kitab Allah (Alquran) dan Sunnah Rasulu-Nya (Muhammad saw)."
Sumber keimanan kedua yang harus dimiliki dan menjadi dasar bagi orang yang beragama adalah "Ainul Yaqqin" yakni keimanan atau sumber keimanan yang berasal dari "mata" atau pengalaman secara pribadi seorang yang beragama akan kebenaran atau keberadaan Tuhannya.
Ini merupakan sumber keimanan yang harus dimiliki oleh orang beragama, karena keimanan dalam taraf ini merupakan tingkatan berikutnya dari keimanan yang hanya baru dalam taraf "teori" atau "ilmul yaqqin".
Sumber keimanan yang ketiga, yang harus dimiliki oleh orang yang beragama adalah 'haqqul yaqqin". Sumber keimanan ini merupakan taraf tertinggi dalam keimanan dimana seorang yang beragama telah membuktikan keberadaan Tuhannya melalui hubungan pribadi antara dirinya dengan Tuhan.
Bukti keimanan dalam taraf ini adalah seorang hamba dapat ber"mukallam mukhotobah" atau bercakap dengan Tuhannya. Mereka yang telah berada dalam taraf keimanan ini, benar-benar telah membuktikan bahwa tuhan itu benar-benar ada.
Inilah beberapa sumber keimanan yang harus dimilki oleh orang yang beragama.
Kenalilah dirimu, "apakah saat ini kita baru berada dalam taraf "teori" atau 'ainul yaqqin' atau bahkan "haqqul yaqqin"...? dengan demikian kita akan benar-benar mengenal tuhan kita.
Demikian sebuah ungkapan sufistik yang sangat sarat makna. Yah benar sekali. Dengan mengenali diri — mengenali segenap bakat, minat, kemampuan, potensi, kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri — niscaya dapat menghantarkan kita untuk lebih mengenali Tuhan. Namun hal ini tidaklah mudah. Dan bahkan terkadang menjadi sebuah perjalanan yang amat sulit. Maka tak heran bila ada sebuah ungkapan bijak yang mengatakan bahwa Perjalanan hidup kita sejatinya adalah perjalanan mengenal diri dan Tuhan.
Teman temanku sekalian janganlah pernah patah semanagat dalam mengenal dirimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar